Langsung ke konten utama

Adanya Aplikasi Layanan Kesehatan Intan Nuraini Merasa Terbantu

Liputan 1 - Dulu, ibu-ibu muda selalu mematuhi apa omongan orangtua tentang mitos dan fakta seputar kesehatan bayi. Tapi seiring berkembangnya zaman, informasi yang didapat tidak hanya melalui orangtua, melainkan bisa juga dari internet, konsultasi ke dokter langsung atau melalui aplikasi layanan kesehatan. 
Sebagai ibu yang memiliki tiga anak, Intan Nuraini mengaku dirinya sangat membutuhkan informasi terbaik seputaran kesehatan terkait dengan kebutuhan anak-anaknya. Kini ia merasa terbantu dengan adanya aplikasi layanan kesehatan. 
"Aplikasi ini ngebantu aku banget. Jadi, berasa kayak punya dokter pribadi. Konsultasi mau kapan pun, di mana pun juga bisa. Tidak perlu nunggu lama-lama. Apalagi aku yang orangnya bawel banget. Sebagai ibu tiga anak, pasti butuh pertanyaan yang harus dijawab cepat," katanya saat ditemui AkuratHealth di acara Kerjasama Alodokter dan Century di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (23/5). 
 
Kelebihan lain dari menggunakan aplikasi layanan kesehatan ini tidak perlu datang ke rumah sakit dan juga rela antre sampai berjam-jam.  
 
Apalagi,  ruangan rumah sakit yang dipenuhi orang-orang yang ingin berobat dan konsultasi. Dampaknya akan lebih buruk terhadap anaknya. Karena, bisa saja tertular penyakit. Yang tadinya anak cuma sakitnya baru gejala saja,  bisa saja tertular penyakit lainnya. Pun juga, wanita berlesung pipi ini mengaku lebih hemat biaya ketimbang konsultasi langsung ke dokter.  
 
"Pengalaman yang pertama kalau misalnya nggak sakit harus konsultasi. Sudah gitu harus bayar charge, paling murah dokter anak harganya Rp100 ribu sampai Rp350 ribu. Belum obatnya, antrenya. Jadi, memang beri solusi banget buat aku," sambungnya. 
 
Disamping menggunakan aplikasi layanan kesehatan, ibu 34 tahun ini mengaku masih suka mencari informasi di internet. Tapi, tetap berhati-hati.
 
"Sekarang juga lebih banyak googling. Tapi, juga hati-hati karena banyak hoax dan berita nggak benar apalagi tentang kesehatan. Misalnya cari tips, padahal belum tentu benar, " pungkasnya.[]


Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pagar Halte Tosari Dirusak, Polisi Akan Minta Keterangan PT Transjakarta dan Buruh

Berita Liputan 1 -  Polda Metro Jaya  akan meminta keterangan PT Transjakarta terkait kasus perusakan Halte Tosari, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2019). "Semua pihak terkait pasti akan kita mintai keterangan," ujar Kabid Humas  Polda Metro Jaya  Kombes Pol Raden  Argo Yuwono  kepada wartawan, Kamis (2/5/2019). Argo melanjutkan, polisi tengah mencari saksi mata yang secara langsung melihat peristiwa perusakan di Halte Tosari. Selain itu, polisi berencana memanggil koordinator buruh yang menggelar aksi di sekitar area Halte Tosari. "Sekarang masih diselidiki," tandasnya. Sebelumnya, aksi demo buruh sempat diwarnai aksi saling dorong di Halte Tosari, Jakarta Pusat hingga mengakibatkan pagar pembatas jalan rusak pada Rabu (1/5/2019) kemarin.[] Sumber : Akurat.co

Ramah Lingkungan, Orang Vietnam Sudah Memakai Sedotan dari Rumput

Berita Liputan 1 -  Kini masyarakat dunia sudah mulai peduli dengan lingkungan, alam dan juga kehidupan makhluk hidup lainnya. Seperti tren yang saat ini banyak dilakukan masyarakat yakni dengan tidak lagi menggunakan bahan plastik sebagai sedotan, menggantinya dengan bahan-bahan alami. AkuratKuliner  melansir dari  Lonelyplanet,  Rabu, (1/5), masyarakat Vietnam yang sudah lama menerapkan hal tersebut. Uniknya, ternyata daun pisang dan daun teratai telah lama digunakan di Vietnam untuk memasak. Karena ukurannya yang besar, kualitas yang kuat dan daunnya ini tahan air sehingga sering juga dijadikan sebagai alas makan, piring hingga membungkus makanan. Terutama di wilayah desa dan pasar. Baru-baru ini oleh Zero Waste Saigon, sebuah perusahaan yang mengarahkan produknya untuk ramah lingkungan, membuat sedotan alami dari rumput, lalu didistribusikan ke berbagai restoran, kafe di Vietnam. "Pada awalnya, tidak ada yang ingin menggunakannya karena mereka khawat...

Ekstensi Chrome Ini Akan Rapikan Antarmuka Gmail Anda

Berita Liputan 1 -  Banyak pengguna yang kecewa ketika Google mengumumkan bahwa mereka akan mematikan Kotak Masuk. Itu adalah fitur luar biasa yang membantu membuat surel menjadi lebih teratur dan rapi, dan hingga saat ini, kami masih tidak tahu mengapa perusahaan menutupnya. Jika Anda bukan penggemar antarmuka  Gmail , kami punya kabar baik untuk Anda. Google tidak membawa Kotak Masuk kembali, tetapi mantan perancang utama  Gmail  dan salah satu pendiri Kotak Masuk Michael Leggett telah meluncurkan ekstensi Chrome yang diberi nama  Simplify , yang akan membantu merapikan antarmuka  Gmail  Anda. Jadi mengapa Anda mengunduh  Simplify ? Seperti namanya, ekstensi akan membuat antarmuka  Gmail  Anda jauh lebih sederhana. Ini memindahkan semua ikon sidebar ke menu drop-down dan pull-up, sehingga menjaga antarmuka tetap rapi. Ini juga menggeser fungsi pencarian ke area yang kurang jelas, dan juga menghilangkan label kode warna, dan seba...