Langsung ke konten utama

Pemerintah Ingin Pindah Ibu Kota, Pengamat: Jangan Sampai Timbulkan Masalah Baru!

Berita Liputan 1 - Pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota negara hal itu diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat dengan para menteri Kabinet Kerja beberapa waktu lalu. Pasalnya, Jakarta dianggap sudah over capacity. Selain itu masalah banjir hingga macet masih menjadi persoalan klasik di Jakarta.
Wacana pindah Ibu Kota sejatinya sudah lama menjadi wacana, namun hingga hari ini berbagai kajian komprehensif mengenai perpindahan Ibu Kota ternyata belum mampu direalisasikan oleh pemerintah. 

Sebelumnya Menteri Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan rencana pemindahan ibu kota ke luar Jawa memiliki estimasi biaya sekitar Rp466 triliun. Selain itu, membutuhkan luasan area 40.000 hektar.

Adapun rencana pembiayaan pembangunan ibu kota baru sebesar Rp466 triliun dapat menggunakan skema Mix antara pemerintah dan swasta. Dengan porsi anggaran sekitar Rp250 triliun dari pemerintah, dan sisanya oleh pihak swasta.

Menanggapi hal itu, Ekonom Indef Bhima Yudistira mengungkapkan memindahkan Ibu Kota negara Indonesia bukan menjadi solusi. Sebab jika ibu kota dipindah dengan alasan kemacetan dan banjir yang sudah menjadi masalah klasik Jakarta saat ini, maka langkah terbaik adalah mengurai kemacetan banjir itu. 

"Jadi masalah pindah kota itu, saya tidak setuju alasannya pertama kalau kita hanya melihat karena Jakarta banjir dan macet pindah ibu kota tidak menyelesaikan masalah itu," tegasnya ketika dihubungi Akurat.co di Jakarta, Kamis (2/4/2019).

Bhima meminta pemerintah tidak terburu-buru sebelum melakukan feasibility study dan kajian mendalam terkait rencana pemindahan ibu kota ini. Sebab jangan sampai maksud mengurai masalah justru menjadi masalah baru.

"Jadi masalahnya bagaimana menyelesaikan masalah banjir dan kemcatean di Jakarta bukan malah menciptakan masalah baru dengan pindah ibu kota," pungkasnya[]


Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pagar Halte Tosari Dirusak, Polisi Akan Minta Keterangan PT Transjakarta dan Buruh

Berita Liputan 1 -  Polda Metro Jaya  akan meminta keterangan PT Transjakarta terkait kasus perusakan Halte Tosari, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2019). "Semua pihak terkait pasti akan kita mintai keterangan," ujar Kabid Humas  Polda Metro Jaya  Kombes Pol Raden  Argo Yuwono  kepada wartawan, Kamis (2/5/2019). Argo melanjutkan, polisi tengah mencari saksi mata yang secara langsung melihat peristiwa perusakan di Halte Tosari. Selain itu, polisi berencana memanggil koordinator buruh yang menggelar aksi di sekitar area Halte Tosari. "Sekarang masih diselidiki," tandasnya. Sebelumnya, aksi demo buruh sempat diwarnai aksi saling dorong di Halte Tosari, Jakarta Pusat hingga mengakibatkan pagar pembatas jalan rusak pada Rabu (1/5/2019) kemarin.[] Sumber : Akurat.co

Ramah Lingkungan, Orang Vietnam Sudah Memakai Sedotan dari Rumput

Berita Liputan 1 -  Kini masyarakat dunia sudah mulai peduli dengan lingkungan, alam dan juga kehidupan makhluk hidup lainnya. Seperti tren yang saat ini banyak dilakukan masyarakat yakni dengan tidak lagi menggunakan bahan plastik sebagai sedotan, menggantinya dengan bahan-bahan alami. AkuratKuliner  melansir dari  Lonelyplanet,  Rabu, (1/5), masyarakat Vietnam yang sudah lama menerapkan hal tersebut. Uniknya, ternyata daun pisang dan daun teratai telah lama digunakan di Vietnam untuk memasak. Karena ukurannya yang besar, kualitas yang kuat dan daunnya ini tahan air sehingga sering juga dijadikan sebagai alas makan, piring hingga membungkus makanan. Terutama di wilayah desa dan pasar. Baru-baru ini oleh Zero Waste Saigon, sebuah perusahaan yang mengarahkan produknya untuk ramah lingkungan, membuat sedotan alami dari rumput, lalu didistribusikan ke berbagai restoran, kafe di Vietnam. "Pada awalnya, tidak ada yang ingin menggunakannya karena mereka khawat...

Ekstensi Chrome Ini Akan Rapikan Antarmuka Gmail Anda

Berita Liputan 1 -  Banyak pengguna yang kecewa ketika Google mengumumkan bahwa mereka akan mematikan Kotak Masuk. Itu adalah fitur luar biasa yang membantu membuat surel menjadi lebih teratur dan rapi, dan hingga saat ini, kami masih tidak tahu mengapa perusahaan menutupnya. Jika Anda bukan penggemar antarmuka  Gmail , kami punya kabar baik untuk Anda. Google tidak membawa Kotak Masuk kembali, tetapi mantan perancang utama  Gmail  dan salah satu pendiri Kotak Masuk Michael Leggett telah meluncurkan ekstensi Chrome yang diberi nama  Simplify , yang akan membantu merapikan antarmuka  Gmail  Anda. Jadi mengapa Anda mengunduh  Simplify ? Seperti namanya, ekstensi akan membuat antarmuka  Gmail  Anda jauh lebih sederhana. Ini memindahkan semua ikon sidebar ke menu drop-down dan pull-up, sehingga menjaga antarmuka tetap rapi. Ini juga menggeser fungsi pencarian ke area yang kurang jelas, dan juga menghilangkan label kode warna, dan seba...